Tentang Puasa Senin Kamis Berikut Catatan Mengenai Keterangan dan Fadhilahnya

Tentang Puasa Senin Kamis Berikut Catatan Mengenai Keterangan dan Fadhilahnya

Almunawwar.or.id – Banyak keunggulan dan hikmah pasti di balik pengamalan berouasa di hari-hari tertentu, Salah satunya adalah dengan melaksanakan ibadah puasa di hari senin dan kamis yang sangat di anjurkan sekali untuk senantias di laksanakan bahkan menjadi amalan-amalan keseharian terbaik.

Ada beberapa hal yang pelu diketahui tentang fadhilah atau keunggulan dari berpuasa di hari senin dan kamis tersebut, Di samping sebagai sunnah Rasulallah S.A.W, amalan tersebut sangatlah berfaidah terhadap intropeksi diri dari kebiasaan dan terjauh dari perihal sifat negatif.

Dalam artian secara tausiyah itu mampu menuntun kesimbangan jiwa yang sejatinya adalah mobilitas diri ketika akan berkehendak melaksanakan sesuatu, bahkan menjadi pengajaran diri untuk bisa mampu mengendalikan hawa nafsu yang sejatinya adalah perihal yang berlawanan dengan kesucian diri.

Untuk itulah mengetahui catatan-catatan penting mengenai tentnag bagaimana berpuasa di hari senin dan kamis tersebut terutama untuk keseimbangan dan kesitiqomahan jiwa bisa di jadikan sebagai evaluasi paling penting untuk tetap mampu mengamalkan apa yang di anjurkan oleh agama. berikut catatan penting yang di maksud.

Bagi Nabi Muhammad SAW Senin dan Kamis istimewa. Nabi Muhammad SAW memilih dua hari itu untuk ibadah puasa. Apa sebab?

Mungkin karena Senin merupakan hari kelahiran Beliau SAW. Lalu bagaimana dengan Kamis? Masak Rasulullah SAW dilahirkan di hari Kamis juga?

Kutipan hadist oleh Syekh Abu Zakariya Al-Anshori berikut ini dalam karyanya Fathul Wahhab setidaknya membantu menjawab,

وقال تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم رواهما الترمذي وغيره

Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa.” HR Turmudzi dan selainnya.

Mengenai jam berapa amal itu diperlihatkan, kita tidak menemukan keterangan waktu pada hadits di atas. Apakah jam 8 pagi, jam 10, atau waktu Zhuhur? Syekh Bujairimi dalam karyanya Attajrid Linaf‘il Abid, Hasyiyah ala Fathil Wahhab mengatakan,

قوله (وأنا صائم) أي قريب من زمن الصوم لأن العرض بعد الغروب كما تقدم

Ungkapan “Di saat aku sedang berpuasa” maksudnya, berdekatan dengan aktivitas puasa. Karena, amal perbuatan diperlihatkan selepas matahari terbenam saat orang sudah membatalkan puasanya.

Syekh Bujairimi masih dalam kitabnya memberi keterangan tambahan,

فائدة: تعرض الأعمال على الله تعالى يوم الاثنين والخميس، وعلى الأنبياء والآباء والأمهات يوم الجمعة، وعلى النبي صلى الله عليه وسلم سائر الأيام اهـ ثعالبي

Pemberitahuan: amal perbuatan seseorang diperlihatkan di hadapan Allah SWT pada hari Senin dan hari Kamis. Di hadapan para nabi, ayah, dan ibu yang bersangkutan sendiri, amal diperlihatkan pada hari Jum’at. Sementara di hadapan Rasulullah, amal seseorang diperlihatkan setiap hari. Dikutip dari Tsa’alabi.

Untuk itu, baik-baiklah berperilaku. Minimal menjaga puasa Senin-Kamis. Karena, segala bentuk aktivitas kita diantarkan malaikat di hadirat Allah, Nabi Muhammad SAW, para nabi, ayah dan juga ibu kita yang terlebih dahulu wafat. Betapa malunya kita bila mereka semua mendapati catatan amal kita hitam kotor? Dan betapa bangganya mereka bila melihat catatan baik amal kita? Semoga kita bisa mengamalkannya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
islam.nu.or.id