Tentang Zakat Fitrah, Mal dan Pemberian THR diNiati Zakat, Berikut Penjelasannya

Tentang Zakat Fitrah, Mal dan Pemberian THR diNiati Zakat, Berikut Penjelasannya

Almunawwar.or.id – Sudah semestinya kita sebagai umat islam mengetahui secara lebih luas, jauh dan dalam perihal yang bersangkutan dengan pemberian zakat baik untuk fitrah maupun untuk zakat mal sendiri, termasuk di dalamnya jika pemberian THR tapi di niati dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Karena pada setiap amalan ibadah tersebut ada ketentuan mulai dari syarat, rukun dan pembatalan yang berkaitan erat dengan sah dan tidak sahnya dari setiap pengamalan tersebut, atau dalam istilahnay itu beramal tapi tidak menggunakan koredor ilmunya maka itu tidak sah dan pastinya akan di tolak.

Nah agar lepas dari pada masalah tersebut, maka tidak ada salahnya apabila mengetahui lebih jauh lagi tentang pemaknaan seputar zakat seperti yang sudah di sebutkan di atas tadi, mari kita sama-sama membahas dan menelaah kembali keterangan-keterangan berikut ini.

A. Hukum memberikan THR tapi di niati zakat

حاشية الجمل – (8 / 80)
( فرع ) لو نوى الدافع الزكاة والآخذ غيرها كصدقة تطوع أو هدية أو غيرهما فالعبرة بقصد الدافع ولا يضر صرف الآخذ لها عن الزكاة إن كان من المستحقين فإن كان الإمام أو نائبه ضر صرفهما عنها ولم تقع زكاة ومنه ما يؤخذ من المكوس ، والرمايا ، والعشور وغيرها فلا ينفع المالك نية الزكاة فيها وهو المعتمد ويؤيده إفتاء ابن الرداد ا هـ . شوبري أي ولأن ما يأخذونه من ذلك لا يصرفونه مصرف الزكاة

Artinya : “Boleh dan sah THR itu dijadikan zakat mal / tijaroh, apabila memenuhi semua persyaratan zakat mal. Sudah mencukupi (sah) sebagai zakat mal jika yang menerima adalah mustahiq zakat. Poin yang terpenting yang menerima harus mustakhiquz zakat, jadi andaikata dari sekian pelanggan ada yang kaya, berarti pemberian THR kepada yang kaya (bukan mustakhiq) tidak bisa dikategorikan sebagai zakat”.

Keterangan lain bisa di lihat kembali pada :
– Kitab Bughyah halaman 101
– Kitab Tuhfatul Mukhtaz Fii Syarhil minhaj 8/80

B. Kesetaraan Mustahiq zakat fitrah dan zakat Mal

المعتمد للشيخ الزحيلي ج ٢ ص ١٠٥
يجب صرف زكاة المال و الفطر إلى ثمانية أصناف

Artinya : “Sama, yaitu 8 asnaf atau golongan, sebagaimana keterangan dalam kitab Almu’tamad, bahwasanya wajib memberikan zakat mal dan fitrah ke 8 asnaf, dengan landasan dalil sebagaimana yang telah di siratkan pada surat At taubah ayat 60 :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60).

C. Orang-orang yang tidak boleh menerima zakat
1. Anak cucu keluarga Rasulullah SAW
2. Sanak Famili yang menjadi tanggungan orang yang berzakat, yaitu bisa bapak, kakek, istri, anak, cucu, dan lain-lain.

D. Ketentuan-Ketentuan Zakat Fitrah
A. Besarnya zakat Fitrah adalah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau makanan pokok. Dalam prakteknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, karena untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama.

B. Menurut madzhab hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat Fitrah dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik.

C. Waktu mengeluarkan zakat Fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat ‘Idul Fitri maka dianggap sedekah sunah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Artinya : “Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)

D. Zakat Fitrah boleh dikeluarkan langsung kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat.

E. Amil atau panitia zakat Fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik setelah shalat ‘Idul Fitri, sebelum maghrib.

F. Jika terjadi perbedaan Hari Raya, maka panitia zakat Fitrah yang berhari raya terlebih dahulu tidak boleh menerima zakat Fitrah setelah mereka mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.

G. Panitia Zakat Fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat, agar ibadahnya selama Ramadhan diterima dan mendapat pahala. Doa yang sering dibaca oleh yang menerima zakat, diantaranya:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan pahala kepadamu atas apa saja yang telah Allah memberi berkah kepadamu atas semua yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagimu.”

E. Orang Yang berhak menerima Zakat (mustahiq zakat)
A. Orang Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
B. Orang Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
C. Pengurus Zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpilkan dan membagikan zakat.
D. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan Budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang yang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7. Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa fi sabilillah itu mancakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id