Tinjauan Fiqih Mengenai Hukum Jual Beli Pulsa Atau Sejenisnya

Tinjauan Fiqih Mengenai Hukum Jual Beli Pulsa Atau Sejenisnya

Almunawwar.or.id – Berkembangnya sebuah hidup dan kehidupan ini memanglah harus di barengi dengan dasar hukumnya terutama hukum agama yang memang tidak bisa dilepaskan dari sisi kehidupan ini, baik yang berangkat dari segi sosial kemasyarakatan (Jinayah) maupun yang hadir dari segi perekonomian (Mua’amalah).

Karena di sadari ataupun tidak sisi daripada kebutuhan perekonomian dan yang menunjang semua itu tidak bisa lepas dari kebutuhan sehari-hari, terlebih khusus dari hal yang seolah menjadi kebutuhan banyak orang saat ini dalam dan untuk memberikan kelancaran komunikasi dan transaksi jual beli seperti pulsa misalnya.

Hal dan aktivitas inilah yang tidak pernah lepas dari sisi kehidupan banyak orang, yang mungkin sangat di perlukan kajian dan tinjauan secara hukum agamanya yaitu hukum fiqih. Lantas bagaimana tinjauan hukum fiqih terhadap hukum dari pada jual beli pulsa itu? Berikut dua pertanyaan penting mengenai transaksi itu dan juga penjelasannya.

1. Akad apakah yang berlangsung antara pembeli Voucher dengan Counter, padahal pengadaan pulsa dilakukan langsung oleh pihak perusahaan Celluler ?

Jawabannya: Transaksi tersebut termasuk aqad jual beli, yang mana pembeli langsung membeli Voucher atau pulsa elektic lewat Counter, selanjutnya Counter memesan pulsa pada celluler agar mengirimkan pulsa pada pembeli lewat nomor tertentu, namun transaksi ini sebenarnya termasuk dalam ijarah manfaat atau bai’ul manfaat. Sebagai referensinya terdapat pada kitab I’amatultholibiin juz 3 halaman 109 dengan redaksinya sebagai berikut.

نعم يرد عليه بيع حق الممر فإنه تمليك منفعة بعوض معلوم وهو بيع لا إجارة

وأجيب عنه بأنه ليس بيعا محضا بل فيه شوب إجارة وإنما سمي بيعا نظرا لصيغته فقط فهو إجارة معنى وعلم من قوله تمليك منفعة أن مورد الإجارة المنفعة سواء وردت على العين كآجرتك هذه الدابة بدينار أو على الذمة كألزمت ذمتك حملِيْ إلى مكة بدينار ولا يجب قبض الأجرة في المجلس في الواردة على العين وتصح الحوالة بها وعليها والاستبدال عنها، وأما الواردة على الذمة فيشترط فيها قبض الأجرة في المجلس ولا تصح الحوالة بها ولا عليها ولا الاستبدال عنها لأنها سلم في المنافع فتجري فيها أحكام السلم

إعانة الطالبين – ( ج : 3، ص: 109 )

2. Menurut perspektif fikih, apakah status pihak perusahaan Voucher dan Counter saat pengisian pulsa berlangsung dengan bantuan server ?

Jawabannya: Status perusahaan Voucher sebagai muwakkil, sedangkan counter sebagai wakil-nya. Pejelasan mengenai hal ini bisa di lihat daripada beberapa referensi kitab fiqih dengan redaksinya sebagai berikut:

كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار ( ج :1، ص: 283 )

(فصل): وكل ما جاز للإنسان أن يتصرّف فيه بنفسه، جاز أن يُوَكِّلَ فيه غيرَه أو يَتَوَكَّلَ فيه عن غيره)

شرح منتهى الإرادات ( ج: 2، ص: 299 )

(الوكالة) شرعا (استنابة جائز التصرف) فيما وكل فيه (مثله) أي جائز التصرف (فيما تدخله النيابة) من قول كعقد وفسخ أو فعل كقبض وإقباض.مجلة الأحكام الشرعية على مذهب أحمد ( ص 382 )

الوكالة والتوكيل: استنابة جائز التصرف لمثله فيما تدخله النيابة. فإن قيدت بقيد فمقيدة، أو علقت على شرط فمعلقة، أو أقتت بزمن فمؤقته، وإلا فهي مطلقة. الوكيل هو من استنابه غيره. ويقال للمستنيب موكل. الموكل به والموكل فيه: هو التصرف المستناب فيه، سواء كان خاصا أو عاما.

الفقه الإسلامي وأدلته – (ج 4 / ص 504)

Walhasil status dari pada jual beli pulsa itu hukumnya sah menurut tinjuan dan kajian hukum fiqih sebagaimana yang telah dibahas di atas, dan status pihak perusahaan (operator) atau perusahaan voucher dan juga pihak counter itu termasuk pada status sebagai Wakil dan Muwakkil. Hal ini berdasarkan hasil keputusan Bahtsul masail yang diadakan oleh para tokoh-tokoh NU beberapa waktu lalu atau lebih tepatnya pada tahun 2008 lalu di Ngawi Jawa Timur.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id