Titik Perbedaan Dan Persamaan Kesunahan Yang Ada di Idul Fitri dan Idul Adha

Titik Perbedaan Dan Persamaan Kesunahan Yang Ada di Idul Fitri dan Idul Adha

Almunawwar.o.id – Pada pelaksnaannya antara idul fitri dan idul adha itu terdapat beberapa titik persamaan dan perbedaan amalan-amalan sunah di antara dua ied tersebut, dan perlu untuk di ketahui lebih lanjut tentang apa saja yang menjadi keutamaan di balik sunahnya itu.

Namun kendati pun demikian di antara amalan keduanya itu sangatlah di anjurkan untuk di laksanakan baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan ibadahnya. Sehingga patut untuk lebih di pahami secara betul tentang pemaknaan di balik ibadah sunnah di hari raya itu.

Mulai dari pemahaman dari tata cara niat sholat idul fitri dan idul adha sampai dengan kesunahan lain yang mampu mendorong terhadap seorang muslim dalam memaknai arti dari pada hari raya kemenangan idul fitri dan idul adha ini

Dan hal inilah yang mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagian orang dari pelaksanaan ibadah shalat idul fitri dan idul adha. Lalu apa saja yang menjadikan titik perbedaan tersebut lebih kiat lagi untuk di pahami lebih lanjut. Berikut beberapa hal yang menjadi titik perbedaan dan persamaan.

Kesunahan Idul Fitri
1. Disunahkan mandi walaupun tidak untuk mendatangi sholat ied
2. Disunahkan memakai pakaian yang bagus dan wewangian yang paling wangi, karena hari itu hari untuk berhias dan berbahagia bagi setiap umat muslim
3. Disunahkan makan terlebih dahulu
4. Disunahkan untuk bershodaqoh dan ziaroh
5. Disunnahkan membaca takbir satu hari saja.

Kesunahan Idul Adha
Itu tidak jauh berbeda dengan sunnah-sunnah yang ada di idul fitri, akan tetapi ada perbedaan yang menjadi kesunahan di hari raya idul adha, diantaranya :
1. Disunnahkan mempercepatnya ketika idul adha, Maksudnya adalah memberi kelonggaran dalam penyembelihan binatang qurban.
2. Tidak disunahkan makan terlebih dahulu
3. Disunnahkan membaca sampai berkahirnya hari tasyrik (11,12,13 Hijriah)

Beberapa ibaroh lengkap mengenai kesunahan kesunahan yang ada di antara dua ied tersebut sebagaimana yang telah tercantum pada redaksi kitab berikut ini :

(و) يسن (الغسل) لكل من العيدين.
ويدخل وقته (من نصف الليل)؛ ليتسع الوقت لأهل السواد الآتين إليها قبل الفجر؛ لبعد خطتهم.
(والتطيب والتزين) بما مر في الجمعة، إلا إنه هنا يسن له أن يلبس أحسن ثيابه ولو غير بياض، وعند التساوي البياض أولى

ومحل ندب التبكير (لغير الإمام) أمَّا هو .. فالسنة حضوره وقت صلاته (والمشي) إلى المصلى (ذهاباً) أي: في ذهابه إلا لعذر وبسكينة؛ للخبر الصحيح في الجمعة: “وأتوها وأنتم تمشون وعليكم السكينة”.
أمَّا مع العذر، كبعد أو ضعف .. فلا بأس بركوبه، كما في رجوعه منها.
(والرجوع) من المصلى (بطريق آخر أقصر) من طريق الذهاب؛ للاتباع.

(و) يسن للإمام (الإسراع) في الخروج إلى الصلاة (في) عيد (النحر، والتأخر) قليلاً (في) الخروج إلى صلاة عيد (الفطر)؛ لخبر مرسل فيه، وهو حجة في مثل هذا.
وحكمته: اتساع وقت الأضحية بعد الصلاة.
ووقت إخراج الفطرة قبلها؛ فإن هذا أفضل أوقاتهما.
(و) يسن لكل أحد (الأكل) والشرب (فيه) أي: الفطر (قبلها) أي: الصلاة ولو في الطريق أو المسجد، ولا تنخرم به المروءة؛ للعذر

والحكمة: أن أجر الذهاب أعظم، فندب تطويله؛ ليكثر الأجر بكثرة الخطا، وليستفتى ويتصدق ويزور فيهما، ولتشهد له الطريقان، وغير ذلك (كما في سائر العبادات) فيسن فيها ما ذكر؛ لما ذكر إلا في الحج والغزو .. فيسن فيهما الركوب مطلقاً

Karena inti dari pada makna lebaran yang sesungguhnya itu bukan hanya sekedar merayakannya dengan memakai busana bagus, memiliki kendaraan bagus pula, akan tetapi bagi mereka yang di ampuni semua dosa-dosanya dengan menjadikan Ramadhan dan amalan lain seperti bacaan sholat itu sebagai washilah ibadah dalam mencapai kesempurnaan di hari kemenangan. Sebab,

وليس العيد لمن لبس الجديد بل طاعاته تزيد ، ولا لمن تجمل بالملبوس والمركوب بل لمن غفرت له الذنوب

Artinya : “Hari raya bukanlah milik orang yang pakai baju baru tapi bagi orang yang tambah taatnya begitu juga bukan milik orang yang bagus pakaian dan kendaraannya akan tetapi bagi orang yang diampuni dosa-dosanya.”

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id