Hujan Deras Dan Angin Kencang, Berikut Doa Tindakan Yang DiAjarkan Rasulalallah S.A.W

Hujan Deras Dan Angin Kencang, Berikut Doa Tindakan Yang DiAjarkan Rasulalallah S.A

Almunawwar.or.id – Perubahan cuaca yang sangat ektrim di beberapa daerah di Nusantara khususnya membuat kekhawatiran dari berbagai pihak, Terutama saat memasuki musim penghujan yang disertai petir dan angin kencang yang tentunya sangat di takutkan akan terjadi bencana banjir dan banyaknya bangunan ruksak dan pohon-pohon yang tumbang akibat dari kekuatan angin kencang tersebut sehingga mengakibatkan tersendatnya berbagai arus kehidupan manusia.

Fenomena ini tentunya harus menjadi sebuah pembelajaran dan hikmah pasti bagi segenap umat manusia terutama umat Islam, Karena bagaiamanapun juga itu merupakan kehendak Alloh S.W.T yang memberikan kepada setiap hambanya yang lalai dalam menjaga kelestarian alam sekitar. Banyaknya bencana yang melanda di beberapa tempat itu tidak lepas dari ulah manusai sendiri atas kesemena-menaan dalam memanfaatkan alam ini.

Tidak di imbangi dengan prospek yang akan terjadi di masa nanti, Sehingga sangat wajar apabila bencana seperti banjir, tanah longsor dan yang lainnya itu sering terjadi jika musim hujan datang, Karena alam astri belum siap menerima dan menampung datangnya gelombang air yang banyak karena di sebabkan tandus dan semakin kurangnya pohon dan tanaman yang menjadi penyerap air di pegunungan. Dan pada akhirnya musibah sering di alami.

Meski itu di luar kendali seorang manusia, Namun setidaknya itu menjadi pembelajaran pasti tentang bagaimana kita memelihara, menghormati alam sekitar jangan sampai hilang fungsinya gara-gara keserakahan yang dilakukan untuk sebuah kepentingan, Alangkah lebih indahnya hal tersebut di imbangi dengan kebutuhan dan prospek masa depan nanti agar tetap lestari dan terjaga dari segala hal yang bersifat musibah terutama saat sudah masukanya musim hujan lebat disertai angin kencang, dan petir.

Dalam sebuah riwayat setiap kali hendak terjadi hujan dan angin besar (puting beliung) Rasulullah SAW selalu membaca doa atau melakukan sesuatu. Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi (450-520 H) merangkum riwayat-riwayat tersebut dalam kitabnya, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu.

1. Rasulullah membuka atau menyingkap bajunya ketika hujan turun
Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mencatat:

وروي مسلم في صحيحه، وأبو داود عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه، وقال أبو داود: يحسر ثوبه عنه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه

Artinya ; “Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam Kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: “Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya.” (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: “Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan.” Kami berkata: “Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab: “Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002, h. 170).

Makna kalimat, “liannahu hadîts ‘ahd bi rabbihi,” pada hadits di atas, menurut Imam al-Nawawi adalah:

معناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر

“Maknanya, sesungguhnya hujan adalah rahmat, yaitu rahmat yang baru saja Allah ta’ala ciptakan, kemudian Rasulullah bertabarruk (mengambil berkah) dengan hujan tersebut. Hadits ini merupakan dalil untuk pendapat ashab syafi’iyyah (mazhab syafi’i) bahwa sesungguhnya disunahhkan di saat awal (turunnya) hujan untuk membuka (pakaian) selain aurat hingga terkena air hujan” (Imam Yahya bin Syarraf al-Nawawi, Shahîh Muslim bi Syarh al-Nawawi, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilimiyyah, 2017, juz 3, h. 173).

2. Doa Rasulullah ketika melihat awan hitam yang kelam (mendung tebal)
Beliau akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung membaca doa berikut ini (HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi):

وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

“Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171)

3. Riwayat yang menjelaskan adab seorang mukmin ketika melihat atau menjumpai angin besar
Agar angin tersebut tidak menjadi bencana dan malapetaka. Berikut haditsnya (HR. Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad):

عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

“Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 171)

4. Doa Rasulullah ketika melihat awan mendung

Beliau memohon agar awan yang membawa hujan tidak menjadi penyebab azab atau bencana, tapi rahmat. Berikut riwayatnya (HR. Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai):

وروي عن ابن المسيب أن رسول الله صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي السحاب قال: (اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ)

“Diriwayatkan dari Ibnu al-Musayyab, sesungguhnya Rasulullah SAW ketika melihat awan, beliau bersabda: “Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin” (ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab).” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171).

Semoga kita terjaga dari semua bentuk musibah yang melanda dengan selalu berdoa dan menjaga apa yang menjadi sebuah keharusan serang manusia hidup di alam dunia, dengan mengharpakan rahmat dan perlindungan dari Alloh S.W.T di setiap waktu dan masa.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id