Bacaan Tata Cara Doa Niat Mandi Puasa Ramadhan Arab Dan Latin

Bacaan Tata Cara Doa Niat Mandi Puasa Ramadhan Arab Dan Latin

Almunawwar.or.id – Ramadhan yang tinggal menghitung hari memang selalu di nantikan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia termasuk umat muslim di tanah air, Ada banyak amalan baik yang bersifat sunah maupun wajib yang menjadi sarana terbaik untuk lebih mengoptimalkan nilai ibadah yang menjadi acuan bagi setiap umat Islam dalam menjadikan bulan suci ramadhan sebagai momentum tepat dalam meraih keridhoan dar Alloh S.W.T.

Salah satu amalan sunnah yang di maksud adalah mandi sebelum atau ketika akan memasuki bulan suci ramadhan esok harinya berikut dengan doa mandi puasa ramadhan , Tata cara bersih bersih saat menyambut kedatangan bulan puasa tersebut adalah salah satu bentuk ibadah yang di anjurkan, meskipun pangkatnya sunnah akan tetapi dari segi pengamalan itu menunjukan bahwa kesiapan serius secara lahir dan bathin bagi seorang muslim.

Karena islam sangat mencintai kebersihan dan kesehatan, maka tidak ada salahnya untuk lebih rajin lagi untuk bersih-bersih termasuk dengan mandi, terlebih saat akan memasuki bulan suci ramadhan bagi sebagian orang itu sudah menjadi tradisi mandi satu hari sebelum ramadhan atau yang lebih dikenal dengan hari munggahan, Dimana rasa suka cita, gembira ria pada hari tersebut di rasakan oleh setiap umat Muslim.

Tata Cara Mandi Sunah
Pada praktek atau tata caranya tidak jauh berbeda dengan mandi sunnah lainnya, namun alangkah lebih baiknya untuk membersihkan terlebih dahulu hal-hal yang ada pada sekitar tubuh terutama pada bagian lubang-lubang yang biasanya lupa untuk di bersihkan, sama halnya ketika akan melaksanakan ibadah mandi wajib atau mandi junub yang di sunatkan sebelum aktifitas mandi itu di sunatkan untuk bersih-bersih dahulu dari semua area tubuh khususnya yang ada di sekitar lubang-lubang pada tubuh.

Doa Niat Mandi Puasa Ramadhan Arab

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِدُخُوْلِ رَمَضَانَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu guslal lidhukulissyiami romdhoona hadihisanati sunatallillahi ta’alla

Artinya : “Aku berniat mandi sunat bulan Ramadan karena Allah Ta’ala”

Kembali pada permasalahan soal mandi puasa ramadhan tadi memang tidak ada keharusan untuk melaksanakannya, namun yang di anjurkan adalah mandi setiap malam ramadhan yang di mulai dari terbenamnya matahari (Magrub) sampai terbitnya fajar Shodiq (Shubuh). Sebagaimana yang tertera dalam keterangan kitan I’anatut Tholibin halaman 72 pada bagian juz 2 disana di sebutkan bahwa :

و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة____ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك. الباجوري ١/٨١ و من الأغسال المسنونة غسل العيدين____ولكل ليلة من رمضان معطوف على للاعتكاف أى و من الأغسال المسنونة الغسل لكل ليلة من رمضان قال في النهاية و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والأوجه الأخذ بإطلاقهم قال ع ش و يدخل وقت الغسل بالغروب و يخرج بطلوع الفجر. إعانة الطالبين ٢/٧٢

Dan bagian dari mandi sunnah itu seperti yang sudah di tuturkan yaitu di antaranya mandi saat memasuki kita Madinah, Mandi di setiap malam ramadhan, ketika akan hadir dalam berjama’ah. keterangan kitab al Baiijuri juz 1 halaman 81. Dan dari sebagian mandi yang di sunnahkan adalah mandi pada dua hari raya (idul Fitri dan Idul Adha), Di setiap malam pada bulan ramadhan yang di mulai pada terbenamnya matahari sampai keluarnya fajar. keterangan I’natut Tholibiin Hal 72 Juz 2.

Dari adanya keterangan di atas tentunya mandi sunah menjelang ramadhan tidak termasuk pada kategori mandi sunnah, Namun sebagai umat muslim yang sangat merindukan kesucian dan syakralnya bulan puasa memang tidak ada salahnya untuk melaksanakan mandi itu, Bahkan hampir di setiap daerah di tanah air sudah termasuk tradisi mandi atau bersih-bersih tersebut saking gembiranya karena akan memasuki bulan ramadhan.

Selain itu mandi bersih ketika akan menghadapi sesuatu yang baik dan suci adalah sebuah perihal yang positif, terlebih bulan ramadhan sendiri yang merupakan bulan mulia, penuh dengan kesucian, ampunan sudah barang tentu bagi setiap umat Islam mempersiapkan segala hal termasuk membersihkan badan dan jiwa dari semua kotoran yang bisa saja menodai amalan selama bulan suci tersebut.

Dalam kata lain bisa di kategorikan mandi sebelum puasa ramadhan itu mubah meskipun dalam tata cara niatnya itu di masukan kata sunat, akan tetapi perkara yang mubah itu tidak membuat sebuah perkara menjadi lebih dan kurang, namun bisa saja dari perkara mubah tersebut bisa jadi sunat bahkan bisa jadi wajib. Sebagai contoh perkara mubah itu seperti makan dan minum, jika tidak makana atau minum itu tidak apa-apa, Namun jika memang dengan mengerjakan makan minum tersebut dapat mempengaruhi ibadah, maka makan dan minum itu hukumnya sunat bahkan bisa wajib.

Itulah sebabnya mengapa bagi sebagian umat Islam melaksanakan amalan mandi sunah sebelum hari ramadhan itu kurang di indahkan, Namun sebagai bentuk dari wujud rasa syukur, bahagia dan gembira atas kedatangan bulan suci yang di tunggu-tunggu maka membersihkan dari segala hal yang bersifat kotor itu sangat baik sekali. Sehingga senantiasa di awali dengan sesuatu yang bersih dan suci dari aktifitas mandi tersebut.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.