Proyeksi Diri Ketika Masuk Bulan Rajab Dengan Enam Hal Yang Perlu diPerhatikan

Proyeksi Diri Ketika Masuk Bulan Rajab Dengan Enam Hal Yang Perlu diPerhatikan

Almunawwar.or.id – Bulan rajab yang merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam memiliki makna dan kandungan tertentu dalam segi pelaksanaan ibadah pada bulan tersebut, Bahkan di anjurkan untuk puasa sunat dari mulai tanggal satu bulan rajab sampai akhir bulan ramadhan yang di sempurnakan dengan melaksanakan amalan ibadah puasa enam hari di bulan syawal pada tanggal keduanya sebagai salah satu rangkaian ibadah paripurna selama tiga bulan di tambah enam hari.

Terbilang istimewa karena memang pada bulan rajab orang-orang arab jaman dahulu selalu memberikan nilai istimewa pada bulan tersebut, Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Al Ashob yang artinya menetes atau mengucur semua amalan kebaikan ada juga yang menyebutnya sebagai Al Ashom yang artinya tuli, Disebut demikian karena memang tidak terdengar riuhnya suara peperangan pada bulan rajab ini karena memang tidak di perbolehkan.

Bahkan ada yang menyebutnnya dengan kata Rojam yang artinya melempar, maksud dari istilah demikian karena setan dan musuh-musuh pada bulan rajab itu di kutuk dan dilempari sehingga tidak bisa mengganggu dan menyakiti orang-orang yang shalih dan para wali. Keterangan nash Alquran yang menyertakan dan menjadikan bulan rajab termasuk sebagai bulan yang istimewa menjadi sebuah landasan dalil atas di mulyakannya bulan tersebut.

Lalu apa saja yang mesti di perhatikan dan di persiapkan saat memasuki bulan rajab itu? Karena dua bulan sesudahnya adalah bulan yang tidak kalah istimewa dan mulya nya yaitu bulan Sya’ban dan Ramadhan, Sehingga sebagai salah satu proyeksi dalam menyambut ketiga bulan berturut-turut adalah dengan memanfaatkan waktu tepat untuk dijadikan sarana ibadah. Sebagaimana yang di redaksi kan dari situs nu.or.id ada enam hal yang mesti di persiapkan ketika datang bulan Rajab.

1. Doa Memasuki Bulan Rajab
Sebagai bulan mulia, Rasulullah SAW telah memberi contoh untuk banyak membaca doa. Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkâr yang diterbitkan Darul Hadits, Kairo, Mesir menyebutkan bahwa doa yang dibaca Rasulullah saat memasuki bulan Rajab adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.

2. Puasa Rajab
Puasa di bulan Rajab merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Pasalnya, kita dianjurkan berpuasa sunah pada bulan-bulan agung menurut agama sebagai keterangan Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain.

Saat melaksanakan puasa Rajab, di malam harinya kita bisa melafalkan niat puasa Rajab sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.

Terkait waktunya, puasa Rajab dapat dilakukan beberapa hari. Sedangkan harinya tidak ditentukan. Meskipun demikian, kita dapat berpuasa Rajab dengan memakai ketentuan hari-hari utama pada setiap bulan atau setiap pekan.

3. Shalat Rajab
Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa shalat sunah mutlak di bulan Rajab adalah mustahabbah (sunah). Shalat sunah mutlak ini biasa dilakukan oleh orang salih pada masanya.

Imam Ghazali menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa di hari Kamis dalam bulan Rajab, kemudian melakukan shalat sunah sebanyak dua belas rakaat di antara waktu shalat Isya dan sepertiga malam, maka permohonannya akan dikabulkan.

Adapun tata cara melakukan shalat dua belas rakaat itu seperti shalat sunah pada umumnya, yaitu dilakukan dengan shalat dua rakaat dengan satu kali salam. Bila shalat dua belas rakaat berarti terdapat enam kali salam. Setiap rakaat setelah membaca surat Al-Fatihah, disunahkan membaca surat Al-Qadar sebanyak 3 kali dan Al-Ikhlas sebanyak 12 kali.

Setelah selesai shalat, kita dianjurkan membaca shalawat sebanyak 70 kali. Shalawat yang dibaca adalah: Allahumma shalli ‘ala Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi. Setelah membaca shalawat, kita dianjurkan sujud dengan membaca subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh sebanyak 70 kali. Setelah selesai sujud, duduklah sejenak dengan membaca rabbighfir warham wa tajawaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azzul akram sebanyak 70 kali. Setelah itu, kembali sujud dengan membaca subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh sebanyak 70 kali. Setelah selesai, mohonlah kepada Allah SWT atas hajat yang diinginkan.

5. Isra’ Mi’raj
Di antara peristiwa monumental dalam sejarah Islam adalah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah sebuah perjalanan Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah. Peristiwa ini terjadi pada Jumat pertama bulan Rajab dan merupakan malam renungan atau malam kesedihan di mana nabi merasa sedih karena ditinggalkan oleh paman dan istri tercintanya, Khadijah.

Peristiwa mulia ini juga menjadi tonggak sejarah kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu. Sehingga peringatan Isra’ dan Mi’raj menjadi penting untuk kembali mengingatkan semangat dalam meningkatkan kualitas ibadah shalat.

6. Bersedekah
Bulan Rajab mengandung nilai-nilai luhur yang dapat diperoleh mereka yang berniat bersungguh-sungguh meraihnya. Meraih rahmat tanpa ada bala, meraih kemurahan Allah dan meraih kebaikannya yang tak akan pernah kering.

Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menerangkan dalam kitabnya al-Ghunyah bahwa kata Rajab terdiri dari tiga huruf ra’-jim-ba’. Masing-masing memiliki arti. Ra’ mengandung nilai rahmatullah, jim mengandung nilai juudullah, dan ba’ mengandung nilai birrullah.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id