Tata Cara Sholat Pada Rebo Wekasan dan Hukumnya

Almunawwar.or.id – Pada hari rabu terakhir bulan Safar itu sering dikenal dengan istilah rebo wekasan, Dimana pada hari tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi umat Islam terutama dari Jama’ah Nahdliyyah untuk melaksanakan beberapa amalan seperti sholat Daf’ul Bala (Sholat menolak balai). hal ini sudah lumrah di lakukan di masyarakat umum termasuk di beberapa lembaga Pondok Pesantren.

Namun sejatinya dalam masalah tradisi rebo wekasan ini ada beberapa perbedaan pendapat dari kalangan Ulama tentang dasar dan landasan hukumnya termasuk dari pelaksanaan sholat rebo wekasan. Sehingga patut kirannya untuk di ketahui titik perbedaan tersebut agar masyarakat awam tahu akan kedudukan masalah di balik pelaksanaan amalan rebo wekasan terutama dari masalah shalatnya.

Dan kedua perbedaan tersebut itu dari Ulama Fuqoha dan Ulama Tarekat Sufi, Dimana letak haram dari pelaksanaan sholat rebo wekasan ini adalah pada titik niat, menurut Ulama Fuqoha melaksanakan shalat pada hari Rabu tersebut dengan niat sebagai shalat Rabu Wekasan (Rabu akhir bulan Shafar) tergolong bidah yang haram.

Sementara menurut kalangan Tarekat (Sufi) yang mengamalkannya mendasarkan pada kasyaf sebagian ulama yang mengatakan adanya turun bala’ atau bencana pada hari tersebut. Namun bukan berarti dari NU melarang sama sekali pelaksanaan kegiatan tersebut. Akan tetapi ada sisi kebijakan dengan dalam menengahi perbedaan dari Dinamika yang harmonis di kalangan Ulama kita semua.

Nah sebagai bentuk dari penengahan tersebut, Maka kalangan fuqaha sendiri mengetengahkan solusinya, apabila shalatnya diniatkan sebagai shalat sunah muthlak atau sebagai shalat hajat, maka hal itu boleh saja atau sah-sah saja.

Dan bagi Ulama Tarekat (Sufi) terlebih khusus Ulama Mursyid yang kita tahu bersama bahwa mereka sangat memahami masalah ini. Intinya, ada dua hal yang harus dihindari, yaitu tathayyur (merasa sial) dan Tafaul pada shalat Rabu Wekasan. Antara tathayyur dan Tafaul, dikutip dari hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ.

Artinya: “Abu Hurairah berkata: Rasulullah senang dengan tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial).” (HR Ahmad).

عن أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لاَ طِيَرَةَ ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ » رواه البخارى

Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: Tidak ada kesialan. Sebaik-baik merasa sial adalah tafa’ul” Sahabat bertanya: “Apa Tafaul?” Nabi menjawab: “Yaitu kalimat yang baik yang didengar oleh kalian. (HR al-Bukhari).

Oleh karena itulah, banyak ulama kita bertafaul di bulan ini dengan menyebut ‘Shafar al-Khair’, atau bulan Shafar yang baik. Yaitu berharap kepada Allah turunnya kebaikan dan tidak ada petaka.

Mengenai Hukum dan Tata cara Sholat rebo wekasan, sebagaimana yang sudah di jelaskan tadi bahwa hukumnya tidak boleh menurut para Ulama ahli Fiqih sama yang di fatwakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari adalah haram. Sebab, shalat Rebo Wekasan ini tidak ada asalnya dalam syariat.

Namun, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur menyebut bahwa Shalat Rebo Wekasan itu boleh dengan syarat bukan niat untuk Rebo Wekasan, melainkan diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak. Dan berikut Tata cara Sholat Sunat nya:

  1. Niat shalat sunnah mutlak dua rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla
Artinya: “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

  1. Setelah membaca al-Fatihah, baca Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas sekali setiap rakaat.
  2. Lakukan shalat sebagaimana biasanya dua rakaat.
  3. Setelah salam, membaca doa.
  4. Shalat sunnah mutlak dua rakaat ini dilakukan dua kali.

Tujuan dari pada pelaksanaan Sholat ini adalah sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah swt agar dIjaga dari segala bahaya selama setahun. termasuk dari balai yang di turunkan pada hari rebo wekasan itu.

Wallohu A’lamu Bishowaab

Semoga Bermanfaat.

Sumber:

nu.or.id

almunawwar.or.id