Tiga Hikmah dan Manfaat dari Adanya Peringatan Haul

Almunawwar.or.id – Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan bagi umat Islam terutama dari kalangan Nahdliyyah dalam mengenang jasa seorang Ulama ataupun tokoh Agama itu di peringati dengan di adakan haulan. Kegiatan ini berisi tentang pengajian dzikir juga napak tilas terhadap nilai perjuangan yang di tebarkan oleh seseorang yang sangat berjasa pada kemajuan di sebuah daerah khususnya dalam menyebarkan syiar ilmu agama.

Maka tidak heran apabila hampir di pelosok nusantara haulan ini selalu di laksanakan, Hal ini tentu sangat beralasan dan berlandaskan sesuai dengan di adakannya kegiatan tersebut. Terutama dalam mengenang perjuangan semasa hidupnya dalam menyebarkan syiar dan dakwah ke masyarakat sekitar. Sekaligus mendoakan arwahnya dan orang-orang yang shalih yang telah mendahului kita semua.

Haul yang berarti satu tahun semenjak orang yang di maksud wafat tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu di samping mendoakannya juga mengenang jasa peninggalannya, Dengan di peringati setiap tahun itu rupanya kegiatan peringatan ini menurut salah satu tokoh NU terkemuka yaitu KH Sholahuddin Humaidullah beliau merupakan Pengasuh Pesantren Salaf Apik Kaliwungu Kendal Jawa Tengah. Menurutnya ada tiga hikmah atau pelajaran di balik adanya Haulan tersebut di antaranya:

1.lil istighfar yang artinya memohon ampunan kepada Allah swt dengan membacakan doa serta meminta rahmat untuk diri kita dan para guru, khususnya guru yang sedang diperingati haulnya.

“Tujuannya lil istighfar meminta ampunan kepada Allah swt, meminta curahan rahmat kepada Almarhum KH Humaidullah, khususnya juga para almarhum masyayikh Pesantren Apik juga kepada guru-guru kita dan kiai-kiai kita,” kata Abah Sholah.

2. lil istidzkar, artinya melalui forum haul, kita yang masih hidup bisa meneladani dengan mengenang perjanan hidup dan mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang dilakukan almarhum.

lil istijma’, yakni agar dikumpulkan bersama para guru dan ulama, yang sedang diperingati haulnya. “Semoga kita dipertemukan dan dikumpulkan dengan para kekasih dan guru, khususnya bersama Mbah Humaid. Sebuah kebanggan bagi kaum muslimin apabila dapat dipertemukan kembali dengan orang yang diidolakan, terlebih bisa bertemu dengan Nabi Muhammad saw, untuk ikut dibarisanya dan mendapatkan syafaatnya.

Tiga hikmah tersebut seyogyanya bisa kita pelajari sebagai bahan renungan dan evaluasi diri dalam menjadikannya sebagai bagian dari mahabbah dan ta’diman kepada guru guru kita tercinta, kepada para Ulama yang menjadi pewaris perjuangan Rasulalloh S.A.W yang sangat berjasa dalam mencetak kader kader muda Islam calon kiai di masa depan.

Dan sudah sepatutnya pula bagi para murid-muridnya bisa merealisasikan dari hikmah tersebut dengan datang dan selalu menghadiri kegiatan peringatan haulan yang di adakan di beberapa lembaga pendidikan Pondok Pesantren, Sekaligus mempererat tali shilaturahmi antar kita semua wabil khusus kepada keluarga besar Pondok Pesantren.

Wallohu A’lamu Bishowaab

Semoga Bermanfaat.

Sumber:

nu.or.id

almunawwar.or.id